Blog MerabaIndonesia, Catatan Perjalanan, Foto alam,budaya,kuliner,tips mencoba untuk menelusuri indonesia lebih dekat ... Terinspirasi dari Buku Meraba Indonesia dari Ekspedisi zamrud Katulistiwa "GILA" keliling Nusantara Ahmad Yunus dan Farid Gaban
Tampilkan postingan dengan label Kalimantan Selatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kalimantan Selatan. Tampilkan semua postingan

Bambo Rafting di Loksado

Sabtu, 17 Desember 2011
6 komentar
Kamis malam kedatangan tamu dari jogja yaitu Lutfi seorang blogger dan juga backpacker dari jogja yang sudah ku kenal di sidoarjo waktu acara kopdar blogger nusantara, dia berencana untuk Ekplore Kalimantan Selatan, tentu saya sangat senang untuk memperkenalkan kalsel lebih dekat. Dan juga ada backpacker dari depok yang sudah terlebih dahulu datang di banjarmasin. Tujuan Utama mereka Pasar Terapung Lokbaintan dan Bambo Rafting Di Loksado. Disini saya akan cerita serunya bambo rafting ala petualang kami

Jumat sore berangkat dari banjarmasin jam 3 sore dengan menggunakan sepeda motor, panas terik cuaca banjarmasin sedikit menggosongkan kulit untuk terus mengendarai motor yang selalu menemaniku jalan jalan , kami berangkat berlima karena kekurangan motor, terpaksa ada yang  harus menggunakan transportasi umum yaitu taksi colt,mereka heran dengan nama taksi di kalsel, mungkin di kalimantan bukan hal aneh menamakan angkutan umum taksi, bayangan mereka menggunakan taksi argo, bikin tersenyum aja dengarnya ini lah perbedaan. Malam sebelumnya saya ngobrol dengan teman dari depok, dapat info wisata di kalimantan selatan dari mana??? Dari teman2 backpacker banjarmasin dan dari referensi blog2 teman dikalsel, heran ya kok tidak mendapatkan infonya dari dinas pariwisata propinsi kalimantan selatan. Mungkin fungsi dinas pariwisata tidak berfungsi dengan baik atau cara promosinya yang kurang padahal wisata di kalsel juga tak kalah dengan wisata di propinsi lain. Mungkin itu opini saya.

Bambo Rafting

Udah beberapa jam menahan penat dimotor akhirnya saya sampai di Kab. Hulu Sungai Selatan Kandangan, teman2 ku yang berangkat naik taksi juga udah berada di kandangan, karena tidak adanya taksi malam menuju loksado kami mengurunkan niat untuk berangkat malam dan menginap di sekre Pecinta Alam Meratus Hijau Kandangan. Keesokan harinya kita bersiap2 packing melanjutkan perjalanan keloksado menggunakan taksi pedesaan, udara dingin pagi pegunungan meratus menusuk ketulang, indahnya landscape alam meratus membuat hati ini merasakan nikmat alam yang diberikan ALLAH SWT.

Setelah 1 jam perjalanan kami sampai di kawasan wisata loksado, disambut dengan gemuruh sungai amandit yang mengalir berirama membuat hati sapapun ingin mencobanya untuk mengarungi sungai amandit yang bening. Kami istirahat sejenak di sebuah warung untuk minum air hangat karena suasana diloksado terasa dingin dari biasanya. Puas dengan cemilan yang kami beli kami melanjutkan perjalanan ke air terjun haratai yang berjarak 8 km dari desa loksado, menggunakan sepeda motor track yang tidak biasanya dengan medan yang begitu curam membuat hati ini was was. Lagi2 koreksi dari saya kurangnya perhatian pemerintah setempat untuk memperbaiki jalan rusak, bukankah itu akses untuk wisatawan untuk menuju air terjun haratai yang dibanggakan.  kami menikmati air terjun haratai bermalas malasan melepas lelah

Keesokan harinya kami bersiap untuk merasakan sensasi arung jeram menggunakan bambo rafting, yang unik dari arung ini menggunakan bambu sebagai alat mengarunginya, bambu diikat rapat2 dengan tali nya bambu muda yang diiris halus agar menyerupai tali untuk mengikat sela2 bambu,merapatkan agar bisa ditumpangin ditengahnya di bikin tempat duduk untuk penumpang/wisatawan yang ingin mencoba bambu rafting. Biasanya cukup untuk 3 orang dan 1 orang joki (orang yang megang kendali bambu rafting) yang mengemudikan bambo rafting, menyusuri deras sungai,melihat desa desa pinggiran sungai amandit dengan beragam suasana alam yang menambah rasa hati ini terobati. Sekitar 2-3 jam kami mengarungi sungai amandit akhirnya kami sampai finis di desa tanuhi.dan dijemput teman2 dari loksado untuk kembali ke desa loksado. Kulit terasa sangat berubah karena kepanasan, kata orang lebih eksotik walaupun begitu perjalanan ini terbalaskan dengan nikmatnya suasana eksotiknya alam pegunungan meratus desa loksado.

Baca selengkapnya »

Negeri di Atas Awan Tahura Sultan Adam

Kamis, 08 September 2011
14 komentar

Kabupaten banjar,  Martapura selain terkenal dengan kota intan nya, banyak juga wisata yang  wajib dikunjungi salah satunya Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam Mandiangin .Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam tak hanya kaya dengan ragam flora dan fauna. Namun di dalam kawasan tersebut juga banyak terdapat lokasi wisata.  air terjun, perbukitan yang hijau hingga pemandian kolam belanda dan diatas puncak terdapat peninggalan Benteng Belanda.
Untuk menempuh lokasi objek-objek wisata tersebut bisa ditempuh dengan cara berjalan kaki . karena sulit bagi motor dan mobil untuk menembus lokasi. Tahura Sultan Adam Mandiangin  merupakan tempat favorite bagi pecinta alam, Bagi anak pecinta alam tempat ini sering dilakukannya diklat lapangan organisasi,  camping, dan juga tempat menghilangkan penat karena seminggu bekerja . Setiap weekend  ada saja yang ngecamp di tahura . karena lokasi tahura yang tidak terlalu jauh dari kota banjarbaru, sekitar 15 kilometer. Dari pusat kota banjarmasin sekitar 45 kilometer  untuk sampai ke tahura sulta n Adam dapat di jangkau menggunakan mobil atau motor. Pohon rindang dari berbagai sudut membuat Udara sejuk alam tahura membuat keadaan semakin menyejukan hati penikmat alam bebas.
Tengger
Baca selengkapnya »

Air Terjun Lambin dan Jelatang di Pegunungan Meratus

0 komentar
Banyak orang belum mengetahui bahwa di Hulu Sungai Selatan banyak terdapat lokasi tersembunyi yang dapat dijadikan tujuan wisata. Sebut saja lokasi tersebut adalah air terjun (Rampah) Lambin dan Jelatang.
Air terjun dengan ketinggian kurang lebih 30 meter ini berada di deretan pegunungan Meratus. Tim Captain Banua Magazine beberapa waktu melakukan perjalanan menuju dua lokasi air terjun tersebut. Berikut adalah catatan perjalanannya. Dari desa loksado kami mencoba berjalan melewati desa Loklahung malaris. Perjalanan tampak mengasyikkan karena melewati rumah adat Malaris yang biasanya digunakan sebagai tempat upacara adat Dayak Malaris. 

Tracking


Dari desa Loklahung Malaris kami melanjutkan perjalanan ke desa selanjutnya yaitu desa Luapanggang. Desa ini berpenduduk + 10 kepala keluarga. Di sini alat penerangan menggunakan lampu teplok dan sebagian menggunakan energi cahaya matahari. Layaknya di Malaris, di Luapanggang pun juga terdapat balai adat Luapanggang. Setelah cukup beristirahat, kami melanjutkan perjalanan yang tentunya tak kalah seru dan penuh tantangan. Kami harus menerobos belukar hutan pegunungan Meratus! Jika musim hujan, untuk menempuh perjalanan ini sebaiknya mengenakan sepatu/sandal khusus yang umumnya digunakan untuk melintas di jalur licin. Jika tidak, kita bisa terpeleset dengan segala resiko yang tidak diduga-duga. Selain licin, beberapa tumbuhan di hutan pegunungan Meratus juga perlu diwaspadai. Banyak tumbuhan berduri dan mengakibatkan gatal. 


Baca selengkapnya »

Teluk Tamiang Ujung Pulau yang Eksotik

Rabu, 07 September 2011
0 komentar
Pernah berangan angan untuk pergi  jalan2 untuk menikmati pantai yang jernih , suasana pantai yang tenang,gugusan terumbu karang,ikan2 yang mehiasi terumbu karang..masyarakat   kalimantan selatan mungkin belum banyak mengetahui  tempat seperti itu juga ada  di bumi kalimantan selatan  .kita tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk pergi kesana. Di kabupaten kotabaru tepatnya di  desa teluk  tamiang kita dapat menemukan hal yang tidak kalah dari wisata bahari bawah laut.


Teluk Tamiang Beach

Teluk Tamiang memiliki wisata bahari bawah laut yang tak kalah indahnya, yaitu gugusan terumbu karang. Kejernihan air laut yang dihidupkan dengan berbagai ikan yang beranekaragam jenis.
Untuk  menuju desa  teluk tamiang  yang berjarak 90 Km dari kabupaten kotabaru kita bisa menggunakan taksi pedesaan .  tapi belum adanya sarana transportasi umum yang memadai untuk wisatawan yang ingin menikmati  indahnya terumbu karang. Kondisi jalan yang memperhatinkan juga menjadi kendala perjalanan menuju keteluk tamiang.  Alternatif lain yang bisa dilakukan menuju Teluk Tamiang adalah jalur laut. Meski waktu tempuh relatif lama sekitar 7-8 jam dari Kotabaru menggunakan kelotok (perahu bermesin), yang dimiliki sebagian besar warga desa tersebut.

Baca selengkapnya »
 

Followers

Blogger news

merabaindonesia. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Kayuh Baimbai

Blog Manusiahero

Twitter

About Us

www.flickr.com

About

© 2010 Meraba Indonesia Design by Dzignine, Blogger Blog Templates
In Collaboration with Edde SandsPingLebanese Girls