Blog MerabaIndonesia, Catatan Perjalanan, Foto alam,budaya,kuliner,tips mencoba untuk menelusuri indonesia lebih dekat ... Terinspirasi dari Buku Meraba Indonesia dari Ekspedisi zamrud Katulistiwa "GILA" keliling Nusantara Ahmad Yunus dan Farid Gaban

Pantai Eksotik Pulau Sempu

Kamis, 15 September 2011
        Sore itu kota malang benar benar sangat dingin, angin berhembus cukup kencang seakan badai akan datang, apa malang emang dingin ya..?? tanya seorang teman kepada sahabat di malang, katanya lagi musim panca roba cuaca bentar2 berubah. saya merasakan dingin seperti berada diatas puncak gunung saja he..ah itu hanya halusinasi yang membuat ku ingin mendaki gunung tapi itu masih mimpi belaka karena aku hanya duduk manis di teras kampus Negeri yang ada di malang santai sejenak menunggu keberangkatan kami nanti malam habis maghrib ke Sendang Biru. Kami berencana me eksplore kawasan konservasi pulau sempu yang merupakan cagar alam yang dilindungi.
        Udara malam yang dingin makin menyengat tatkala laju motor terus di gas di tanjakan yang tinggi, pohon rimbun dikawasan jalan dan melihat kelap kelip kota malang dari atas tanjakan merupakan hal yang jarang terlihat dimataku. Sekitar pukul jam 9 malam kami sampai di sendang biru, aku benar2 buta dengan keadaan disekitar karena baru kali ini trip ke daerah ini, yang kurasa hanya deburan ombak, angin pantai dengan ciri khasnya.

Sebelum Berangkat Narsis di sendang biru


         Kami memutuskan untuk mendirikan tenda diatas pasir putih ditemani kapal2 nelayan yang sedang berlabuh indah membentang di pantai sendang biru, kami berbagi tugas ada yang masang tenda dan ada juga yang memasak karena perut ini sangatlah lapar karena lupa makan di malang. Sederhana tapi pasti kami melahap nasi dengan mie rebus campur sosis tanpa tersisa lagi mungkin ini faktor kelaparan. makanan ini benar2 nikmat terasa, seperti makan di restoran mewah bagi kami yang sedang dilanda lapar :)
          
         Esok harinya matahari menyambut tenda kami dengan sengatan khasmu, kami  bangun dan bersiap2  packing  untuk melanjutkan perjalanan, lagi asiknya packing kami dikejutkan dengan kedatangan petugas retribusi :) ternyata orang itu menagih kami untuk bayar masuk wilayah sendang biru, maklum saja kami datangya malam dan penjaga retribusi sudah tidak ada ternyata kami dicegat paginya dengan membayar 6000 satu orang urusan selesai. Saya kira orang kampung yang ingin malak kami.ada sedikit rasa was was dalam hati. eh ternyata petugas retribusi sendang biru. kok tau ya kami belum bayar *pikirku* .
         
         Selesai packing kami mencari perahu/klotok untuk mengantar kami ke pulau sempu. biaya nyebrang kepulau sempu PP 100 ribu. waktu itu kami mendapat partner dari rombongan lain dan bisa men save pengeluaran 25 ribu karena petugas perahu meminta ditambah karena 2 kali bolak balik mengantar rombongan. Bunyi gemuruh pecah dari mesin kapal terdengar, laju kapal pelan tapi pasti sekitar 15 menit kami sampai di pesisir pulau sempu.

Pantai Pertama
Pasir Putih Ombak tenang
         Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki dengan mengandalkan porter teman dari malang yang sudah pernah keliling sempu, petualang dimulai menjelajahi hutan bakau. kami beruntung  lagi musim kemarau, jalan yang dilewati tidak becek dan kering, bila musim hujan jalan ini sangat sulit untuk dilewati. jujur aku belum tahu betul letak geografis pulau sempu. yang ku tau yang terkenal di telinga orang hanyalah Segara Anakan. Jujur kaget melihat pantai pertama yang dikunjungin pasir putih ombak searasa ingin berlama lama istirahat dipantai itu, tapi kami harus melanjutkan perjalanan, kami menemukan pantai ke dua dini sama halnya pantai yang tadi pasir putih ombak besar menerpa batu karang sungguh luar biasa ciptaan TUHAN YME. istirahat foto2 kami melanjutkan jalan, kaki ini sedikit cape menjelajahinya tapi obatnya adalah keindahan pantai ini. Lagi2 dipertengahan jalan kami ketemu pantai ketiga hampir tak jauh beda dengan pantai sebelumnya disini kami menyantap roti tawar yang kami bawa perut lapar pengen sekali rasanya mengabiskan roti itu, tapi apa boleh buat demi manajamen perjalanan.



Pantai Kedua
Eksotik Sempu


Pantai Ketiga

Segara Anakan

bye bye Segara Anakan
          Segara Anakan ada di depan mata, akhirnya perjalanan ini bentar lagi berakhir, kami berencana untuk ngecamp di segara anakan, kaki ini udah lelah dan perut menyiksa cacing2 dalam perut marah, kami bersiap untuk memasak nasi yang lain mendirikan tenda, persediaan makan yang kurang memaksa kami untuk mencari kerang mumpung air laut lagi surut. Lagi kejadian waktu disendang biru terulang, makan lahap tanpa tersisa lagi :). Segara anakan emang unik pantainya karena dikelelingi karang yang membuat airnya tenang dan juga ada lobang di tengah2 karang yang membuat air laut masuk ke dalam segara anakan. dan uniknya lagi kita berjalan ke tebing kita akan melihat laut lepas. di segara anakan juga mempunyai makhluk yang mengganggu kesenangan kami yaitu monyet2 yang lagi cari makan kita harus ekstra hati2 kalo tidak mau kecolongan makanan. Bermain di pasir putih Segara Anakan main bola bersama teman menambah persaudaraan kami, Terobati juga kecapean ku menikmati segara anakan. Esok harinya kami harus meninggalkan pulau ini dan harus kembali kemalang.



5 komentar:

{ Sriyono Semarang } at: 15 September 2011 15.30 mengatakan...

wah asik and keren,
#jelajah saya cuman seputar semarang saja iq...

{ merabaindonesia } at: 16 September 2011 09.36 mengatakan...

@sriyono : jelajah yang lain mas :)

{ surya ramadhan } at: 1 Januari 2012 05.15 mengatakan...

apalagi kalau ngecamp di balekambang, sip mas..

salam blogwalking

{ annosmile } at: 26 Januari 2012 05.26 mengatakan...

mantap nih..
cuacanya pas cerah... :D

{ Diniar } at: 18 Januari 2013 04.59 mengatakan...

jadi pngen ksana :)

Poskan Komentar

Hanya Catatan Sederhana, Makasih buat komennya...

 

Followers

Blogger news

merabaindonesia. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Kayuh Baimbai

Blog Manusiahero

Twitter

About Us

www.flickr.com

About

© 2010 Meraba Indonesia Design by Dzignine, Blogger Blog Templates
In Collaboration with Edde SandsPingLebanese Girls